Upayakan Peningkatan Pendapatan Petani, Tim Pengabdian Masyarakat UGJ Maksimalkan Peran Kelompok Tani Di Kota Cirebon

Bagikan Melalui

KESAMBI – Melalui hibah DRPM Kemenristekdikti Tahun 2019, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) terus berupaya memaksimalkan potensi lahan dan pendapatan para kelompok tani di Kelurahan Karyamulya Kecamatan Kesambi Kota Cirebon. Tim sendiri terdiri dari Dr H Amran Jaenudin Ir MS, Dr H Endang Sutrisno SH MHum, dan Dukat Ir MP.

Amran Jaenudin dan tim menjelaskan, lahan pertanian di Kota Cirebon  terus mengalami penuruan akibat alih fungsi lahan ke non pertanian.  Saat ini diprakirakan tersisa 175 hektar, namun yang masih berproduksi optimal sekitar 17 hektar saja. Kelompok Tani  Jaya Mulya  memiliki luas areal sekitar 5 hektar dengan anggota 15 orang dan Bapak Sayuti sebagai ketua. Komoditas yang biasa dibudidayakan antara lain; padi, jagung, kacang panjang, emes, kangkung, bunga kingkong, selasih, dan lain-lain.

“Kelompok Tani ini belum  berfungsi optimal sebagaimana mestinya, seperti dalam menjalin kebersamaan dalam mendapatkan infomasi teknologi pertanian, merencanakan lahan  secara optimal sehingga  dengan perencanaan yang matang akan berdampat terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga. Tujuan pengabdian masyarakat membantu meningkatkan teknis budidaya tanaman sehingga bisa meningkatkan pendapatan keluarga tani,” paparnya.

Selama pendampingan, lanjut dia, Kelompok Tani Jaya Mulya semakin memahami fungsi pemberdayaan lahan, sistem budidaya, meningkatkan efisiensi produksi, dengan membangun sistem bertani kolektif. Capaian hasil tanaman meningkat, sehingga mampu memberikan penghasilan yang lebih baik.

Dimana, luaran yang ingin dicapai dari pengabdian  masyarakat ini adalah tumbuhnya semangat berusahatani mampu merancang pola tanaman berdasarkan sumberdaya lahan. Membangun kesadaran dan semangat untuk meningkatkan produktivitas tanaman agar tercapainya kesejahteraan melalui optimalisasi sumberdaya alam yang ada. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan  petani dalam hal penerapan teknologi budidaya tanaman.

“Dan, melalui pemberdayaan kelompok tani diharapkan akan meningkatkan pendapatan petani,” ungkapnya.

Adapun, lanjut dia, kegiatan yang dilaksanakan di lokasi pengabdian masyarakat, merupakan hasil kesepakatan antara tim Pengabdian Pada masyarakat (PKM) Universitas Swadaya Gunung jati (UGJ) bersama kelompok sasaran. Berdasarkan hal tersebut, maka kegiatan pertama adalah melakukan FGD bersama kelompok tani, dimana kita menyampaikan rencana kegiatan kita, tujuan, langkah-langkah kegiatan dan target sasaran akhir dari kegiatan.

Adapun untuk pemilihan komoditas, lanjutnya, musyawarah menjadi suatu pendekatan dalam mengupayakan penanaman komoditas yang akan diusahakan oleh petani. Dalam hal ini, sekalipun mereka sebagai pelaku usaha yang sudah bertahun-tahun, tetapi terbuka untuk menerima berbagai inovasi yang diusulkan oleh pihak lain.

“Beberapa komoditas terpilih antara lain Tanaman Padi, Singkong, Jagung, Kacang panjang, Kangkung, Bayam, Selasih, Bunga Kingkong. Dan pemberian bantuan antara lain Alsintan meliputu; mesin pemotong rumput, handsprayer, parang, embrat. Benih tanaman; Jagung, Kangkung, Bayam. Dan juga, pupuk dan obat-obatan; Pupuk Urea, TSP, KCl, NPK, POC Biutipul, POC Bionik, EM4,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Amran, pendampingan teknik budidaya sekaligus pemantauan penggunaan pupuk dan pestisida yang sudah dibagikan kepada kelompok. Membantu teknik budidaya tanaman meliputi seluruh rangkaian kegiatan teknis seperti pengolahan tanah, sebagai pengolahan tanah pertama maupun pengolahan tanah kedua termasuk penyiapan lubang pertanaman. Penyemaian Benih antara penanaman, baik berupa benih langsung maupun dari bibit. Pemupukan baik sebagai pupuk dasar maupun pupuk susulan, pembumbunan tanaman, pengairan dan telaahan kebutuhan air bagi tanaman.

“Berdasarkan hasil pendampingan, hasil padi yang diperoleh Pak Sayuti, Pak Rasyim, Pak Juri, Hj Tun, dan Pak Mukadi, diprediksi meningkat karena bantuan pemupukan Ponska Mutiara. Panen kangkung lebih cepat dan daun yang lebih rimbun dengan bantuan Pupuk Organik Cair (POC) Biotipul. Bunga Kingkong semakin lebat sehingga dapat menambah produksi,” ungkapnya.

Masih kata Amran, pendampingan teknis ini diikuti dengan kajian teoritis berkaitan dengan kajian kajian indikator pertumbuhan tanaman, waktu obesrvasi dan bagian tanaman yang diobservasi hingga korelasi atas komponen pertumbuhan tanaman terhadap hasil. Demikian juga mempelajari atas gejala pertanaman yang mengalami gangguang lingkungan atau angguan hama dan penyakit tanaman.

Dimana, pendampingan panen dan pemasaran diantaranya koordinasi tentang teknik panen dan pola pemasaran, yang sekalipun sudah merupakan kegiatan rutin, tetapi kita selalu memberikan alternatif guna mendapatkan harga yang lebih baik. Karena lokasi pengabdian berada disekitar wilayah kota, maka dianjurkan agar penjualan hasil tanaman dilakukan langsung ke lapak-lapak yang ada di pasar.

Sementara Focus Group Discussion Persiapan Tanam Musim Hujan 2019-2020 dengan mengkaji program termasuk pola tanan dan kesiapan sarana untuk menghadapi tahun 2020 mendatang. Dalam musyawarah ini ditelaah agar seluruh kegiatan terangkum dalam perencanaan pertanaman sepanjang tahun. Adapun teknik pengelolaan disusun dalam suatu program kolektif.

Atas rangkaian kegiatan yang dijalankan, Tim menyimpulkan bahwa Kelompok Tani Jaya Mulya dapat menerima kehadiran tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) dengan baik. Tingkat usaha tani secara umum masih kurang efisien, karena masih terdapat kondisi antar petani yang belum terintegrasi. Dan, berbagai gagasan yang disampaikan tim PKM dapat diterima secara terbuka, melalui diskusi yang saling mengisi, terbukti atas kesepahaman awal tentang berbagai hal yang berkaitan dalam analisis kebutuhan lapangan dan kebutuhan usaha.

“Kami menyarankan, dengan ketersediaan lahan kegiatan yang relatif sempit, maka dalam melaksanakan budidaya tanaman diharapkan dapat terbangun sistem kolaborasi melalui kelompok tani untuk mendapatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja dan sarana produksi. Kegiatan pendampingan teknik budidaya oleh penyuluh pertanian harus dilakukan secara berkelanjutan dan secara intensif,” pungkasnya. (CP-10)

 

 

Sumber : CirebonPos.com