Rektor UGJ Cirebon Meraih Gelar Profesor

Bagikan Melalui

Selamat dan sukses kepada Bapak Rektor UGJ Cirebon atas pencapaian untuk meraih gelar sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Administrasi Negara, dengan ini bertambah tittel menjadi Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs.,M.Si. Selain Prof Mukarto, UGJ juga telah mendapatkan gelar Prof di bidang ilmu hukum yang diraih oleh Pak Jaenudin dengan gelar menjadi Prof. Dr. H. Jaenudin, SH.,MH. Pencapaian ini adalah pencapaian terbesar bagi Universitas Swadaya Gunung Jati terutama Sekolah Pascasarjana UGJ selain dari peringkat akreditasi MIA dan MPBI yang sudah “A” karena beliau-beliau adalah dosen di Magister Ilmu Administrasi dan Magister Ilmu Hukum.

 

Akreditasi Program Studi Magister Ilmu Administrasi Pascasarjana Terakreditasi A

Bagikan Melalui

Pada bulan Oktober 2020, Pascasarjana UGJ telah melaksanakan visitasi Akreditasi untuk Program Studi Magister Ilmu Administrasi meraih Peringkat A dengan Nomor SK : 6407/SK/BAN-PT/Akred/M/X/2020 tanggal 13 Oktober 2020. Perolehan Peringkat A ini menunjukkan bahwa Pascasarjana UGJ betul-betul mengedepankan kualitas dalam setiap proses Tri Dharma Perguruan Tinggi dan hal ini merupakan komitmen bersama seluruh sivitas akademika Pascasarjana UGJ untuk selalu meningkatkan kualitas agar menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memiliki daya saing sehingga bisa memberikan darma baktinya kepada bangsa dan negara.

  1. sertifikat MIA
  2. SK MIA

Yuk gabung bersama Pascasarjana UGJ!
Klik https://register.ugj.ac.id/pasca
Kontak kami : 0813-2460-9789 (Doni Susito, SP)

website
https://pascasarjana.ugj.ac.id/
https://pmb.ugj.ac.id/
https://register.ugj.ac.id/pasca

instagram
@pascasarjana_ugj
email
pascaunswagati16@gmail.com / pascasarjana@ugj.ac.id

Akreditasi Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Terakreditasi A

Bagikan Melalui

Pada bulan September 2020, Pascasarjana UGJ telah mendapatkan Surat Keputusan dari BANPT mengenai Peringkat Akreditasi untuk Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia meraih Peringkat A. Hal ini tertuang dalam nomor SK 5802/SK/BAN-PT/Akred/M/IX/2020 tanggal 22-09-2020 menyatakan Status Terakreditasi Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia mendapat Peringkat A.

Dengan perolehan Peringkat A ini menunjukkan bahwa Pascasarjana UGJ betul-betul mengedepankan kualitas dalam setiap proses Tri Dharma Perguruan Tinggi dan hal ini merupakan komitmen bersama seluruh sivitas akademika Pascasarjana UGJ untuk selalu meningkatkan kualitas agar menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memiliki daya saing sehingga bisa memberikan darma baktinya kepada bangsa dan negara.

  1. sertifikat MPBI
  2. SK MPBI

Yuk gabung bersama Pascasarjana UGJ!
Klik https://register.ugj.ac.id/pasca
Kontak kami : 0813-2460-9789 (Doni Susito, SP)

website
https://pascasarjana.ugj.ac.id/
https://pmb.ugj.ac.id/
https://register.ugj.ac.id/pasca

instagram
@pascasarjana_ugj
email
pascaunswagati16@gmail.com / pascasarjana@ugj.ac.id

Upayakan Peningkatan Pendapatan Petani, Tim Pengabdian Masyarakat UGJ Maksimalkan Peran Kelompok Tani Di Kota Cirebon

Bagikan Melalui

KESAMBI – Melalui hibah DRPM Kemenristekdikti Tahun 2019, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) terus berupaya memaksimalkan potensi lahan dan pendapatan para kelompok tani di Kelurahan Karyamulya Kecamatan Kesambi Kota Cirebon. Tim sendiri terdiri dari Dr H Amran Jaenudin Ir MS, Dr H Endang Sutrisno SH MHum, dan Dukat Ir MP.

Amran Jaenudin dan tim menjelaskan, lahan pertanian di Kota Cirebon  terus mengalami penuruan akibat alih fungsi lahan ke non pertanian.  Saat ini diprakirakan tersisa 175 hektar, namun yang masih berproduksi optimal sekitar 17 hektar saja. Kelompok Tani  Jaya Mulya  memiliki luas areal sekitar 5 hektar dengan anggota 15 orang dan Bapak Sayuti sebagai ketua. Komoditas yang biasa dibudidayakan antara lain; padi, jagung, kacang panjang, emes, kangkung, bunga kingkong, selasih, dan lain-lain.

“Kelompok Tani ini belum  berfungsi optimal sebagaimana mestinya, seperti dalam menjalin kebersamaan dalam mendapatkan infomasi teknologi pertanian, merencanakan lahan  secara optimal sehingga  dengan perencanaan yang matang akan berdampat terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga. Tujuan pengabdian masyarakat membantu meningkatkan teknis budidaya tanaman sehingga bisa meningkatkan pendapatan keluarga tani,” paparnya.

Selama pendampingan, lanjut dia, Kelompok Tani Jaya Mulya semakin memahami fungsi pemberdayaan lahan, sistem budidaya, meningkatkan efisiensi produksi, dengan membangun sistem bertani kolektif. Capaian hasil tanaman meningkat, sehingga mampu memberikan penghasilan yang lebih baik.

Dimana, luaran yang ingin dicapai dari pengabdian  masyarakat ini adalah tumbuhnya semangat berusahatani mampu merancang pola tanaman berdasarkan sumberdaya lahan. Membangun kesadaran dan semangat untuk meningkatkan produktivitas tanaman agar tercapainya kesejahteraan melalui optimalisasi sumberdaya alam yang ada. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan  petani dalam hal penerapan teknologi budidaya tanaman.

“Dan, melalui pemberdayaan kelompok tani diharapkan akan meningkatkan pendapatan petani,” ungkapnya.

Adapun, lanjut dia, kegiatan yang dilaksanakan di lokasi pengabdian masyarakat, merupakan hasil kesepakatan antara tim Pengabdian Pada masyarakat (PKM) Universitas Swadaya Gunung jati (UGJ) bersama kelompok sasaran. Berdasarkan hal tersebut, maka kegiatan pertama adalah melakukan FGD bersama kelompok tani, dimana kita menyampaikan rencana kegiatan kita, tujuan, langkah-langkah kegiatan dan target sasaran akhir dari kegiatan.

Adapun untuk pemilihan komoditas, lanjutnya, musyawarah menjadi suatu pendekatan dalam mengupayakan penanaman komoditas yang akan diusahakan oleh petani. Dalam hal ini, sekalipun mereka sebagai pelaku usaha yang sudah bertahun-tahun, tetapi terbuka untuk menerima berbagai inovasi yang diusulkan oleh pihak lain.

“Beberapa komoditas terpilih antara lain Tanaman Padi, Singkong, Jagung, Kacang panjang, Kangkung, Bayam, Selasih, Bunga Kingkong. Dan pemberian bantuan antara lain Alsintan meliputu; mesin pemotong rumput, handsprayer, parang, embrat. Benih tanaman; Jagung, Kangkung, Bayam. Dan juga, pupuk dan obat-obatan; Pupuk Urea, TSP, KCl, NPK, POC Biutipul, POC Bionik, EM4,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Amran, pendampingan teknik budidaya sekaligus pemantauan penggunaan pupuk dan pestisida yang sudah dibagikan kepada kelompok. Membantu teknik budidaya tanaman meliputi seluruh rangkaian kegiatan teknis seperti pengolahan tanah, sebagai pengolahan tanah pertama maupun pengolahan tanah kedua termasuk penyiapan lubang pertanaman. Penyemaian Benih antara penanaman, baik berupa benih langsung maupun dari bibit. Pemupukan baik sebagai pupuk dasar maupun pupuk susulan, pembumbunan tanaman, pengairan dan telaahan kebutuhan air bagi tanaman.

“Berdasarkan hasil pendampingan, hasil padi yang diperoleh Pak Sayuti, Pak Rasyim, Pak Juri, Hj Tun, dan Pak Mukadi, diprediksi meningkat karena bantuan pemupukan Ponska Mutiara. Panen kangkung lebih cepat dan daun yang lebih rimbun dengan bantuan Pupuk Organik Cair (POC) Biotipul. Bunga Kingkong semakin lebat sehingga dapat menambah produksi,” ungkapnya.

Masih kata Amran, pendampingan teknis ini diikuti dengan kajian teoritis berkaitan dengan kajian kajian indikator pertumbuhan tanaman, waktu obesrvasi dan bagian tanaman yang diobservasi hingga korelasi atas komponen pertumbuhan tanaman terhadap hasil. Demikian juga mempelajari atas gejala pertanaman yang mengalami gangguang lingkungan atau angguan hama dan penyakit tanaman.

Dimana, pendampingan panen dan pemasaran diantaranya koordinasi tentang teknik panen dan pola pemasaran, yang sekalipun sudah merupakan kegiatan rutin, tetapi kita selalu memberikan alternatif guna mendapatkan harga yang lebih baik. Karena lokasi pengabdian berada disekitar wilayah kota, maka dianjurkan agar penjualan hasil tanaman dilakukan langsung ke lapak-lapak yang ada di pasar.

Sementara Focus Group Discussion Persiapan Tanam Musim Hujan 2019-2020 dengan mengkaji program termasuk pola tanan dan kesiapan sarana untuk menghadapi tahun 2020 mendatang. Dalam musyawarah ini ditelaah agar seluruh kegiatan terangkum dalam perencanaan pertanaman sepanjang tahun. Adapun teknik pengelolaan disusun dalam suatu program kolektif.

Atas rangkaian kegiatan yang dijalankan, Tim menyimpulkan bahwa Kelompok Tani Jaya Mulya dapat menerima kehadiran tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) dengan baik. Tingkat usaha tani secara umum masih kurang efisien, karena masih terdapat kondisi antar petani yang belum terintegrasi. Dan, berbagai gagasan yang disampaikan tim PKM dapat diterima secara terbuka, melalui diskusi yang saling mengisi, terbukti atas kesepahaman awal tentang berbagai hal yang berkaitan dalam analisis kebutuhan lapangan dan kebutuhan usaha.

“Kami menyarankan, dengan ketersediaan lahan kegiatan yang relatif sempit, maka dalam melaksanakan budidaya tanaman diharapkan dapat terbangun sistem kolaborasi melalui kelompok tani untuk mendapatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja dan sarana produksi. Kegiatan pendampingan teknik budidaya oleh penyuluh pertanian harus dilakukan secara berkelanjutan dan secara intensif,” pungkasnya. (CP-10)

 

 

Sumber : CirebonPos.com

Waspadai Ancaman Krisis Pangan, Kementan RI Ajak Masyarakat Optimalkan Lahan Perkarangan

Bagikan Melalui

KESAMBI, (KC Online).-

Guru Besar Magister Pertanian, Pascasarjana Universitas Swadaya Gunungjati (UGJ) Cirebon, Prof. Dr. Ir. H. E Tajudin, M.S mengajak masyarakat untuk melakukan diversifikasi karbohidrat dan tidak melalu bergantung pada beras sebagai makanan pokok.

Hal itu disampaikan Prof. Tajudin dalam seminar online (webinar) yang diselenggarakan Program Studi (Prodi) Magister Pertanian Sekolah Pascasarjana UGJ Cirebon, Selasa (30/6/2020) dengan mengangkat tema “Menjaga Ketahanan Pangan pada Situasi New Normal”.
Webinar yang dimoderatori Ketua Prodi Magister Pertanian UGJ, Dr. Dwi Purnomo, S.TP,M.Si menghadirkan narasumber secara online yakni Dr. Teddy Dirhamsyah, S.P.,MAB selaku Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Perkebunan Balitbangtan Kementan RI, Dr. Ali Efendi,M.M (Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon), Dr. Ir. Amran Jaenudin, MS (Kepala LIP UGJ) Prof. Dr. Ir. H. E Tajudin, M.S (Guru Besar Pasca Sarjana UGJ), dan Yan Andrian, S.E (petani milenial bawang merah).
“Untuk mengurangi impor beras yang terus meningkat, dalam situasi new normal, hendaknya harus melakukan diversifikasi karbohidrat. Seperti, sarapan dengan ubi-ubian yang rendah gula. Makan siang, penuhi karbonya dari beras. Dan makan malam, karbonya dari talas ditambah buah-buahan. Selain sehat, impor beras secara signifikan bisa dikurangi,” tutur Tajudin.

Hal senada juga disampaikan narasumber dari Kementerian Pertanian RI, Dr. Teddy Dirhamsyah, S.P.,MAB selaku Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Perkebunan Balitbangtan. Ia menegaskan, stok cadangan beras yang dimiliki pemerintah sangat terbatas. Hal ini terjadi karena berbagai faktor terutama masalah cuaca yakni kemarau panjang yang melanda Pulau Jawa dan puncaknya diprediksi pada Agustus 2020 mendatang.

“Perkiraan stok beras akhir tahun 2020, 661.810 ton. Sementara stok bulog minimal 30 Desember 2020 adalah 2.500.000 ton. Dengan kondisi ini, maka pemerintah akan mengambil opsi impor beras. Dan itu pun bukan hal yang mudah. Negara pengimpor beras seperti Thailand dan Vietnam, tidak begitu saja melepas berasnya, karena mereka juga harus memenuhi kebutuhan pangan dalam negerinya,” kata Teddy.

Ia juga mengaku prihatin karena ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap beras sebagai pangan pokok sangat tinggi. Padahal pada tahun 1954, konsumsi beras hanya 50 persen, ubi kayu 22,26 persen, jagung 18,9 persen dan kentang 4,99 persen.
Lalu pada tahun 1987, konsumsi beras naik jadi 81 persen, ubi kayu 10 persen, jagung 8 persen. Lalu, tahun 1999 ubi kayu hanya 8,8 persen jagung 3 persen. Tahun, 2020 pangan pokok selain beras hilang. Konsumsi terigu naik 500 persen, padahal terigu adalah produk impor.

Karenanya, ia mengajak kepada pemerintah daerah, desa, seluruh kalangan civitas akademi khususnya UGJ dan masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam, budidaya unggas dan ikan. Karena ternyata, luas lahan pekarangan di Indonesia sebesar 10,3 juta hektare. Jauh lebih luas dari luas lahan sawah sebesar 7,4 juta hektare.

“Jika itu sudah terbentuk, bukan hanya tercapainya ketahanan pangan juga menjadi pendapatan bagi masyarakat. Pihak desa dengan BUMDes-nya, bisa menampung hasil dari pemanfaatan lahan pekarangan tersebut, untuk dijual ke kota-kota besar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Dr. Ali Efendi, M.M menyampaikan di masa pandemi Covid 19, produksi petani di Kabupaten Cirebon justru surplus. Pihaknya juga siap menjaga ketahanan pangan nasional demi tercapainya kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan keamanan panan.
“Surplus terjadi karena banyak warga yang kena PHK akhirnya ikut menanam padi di kampung, sehingga produksi beras pun melimpah,” katanya.

Direktur Pascasarjana UGJ, Dr. H. Endang Sutrisno, S.H., M.Hum, CIQaR menyampaikan, webinar kali ini diikuti 450 partisipan. “Pascasarjana UGJ untuk riset sudah masuk pada cluster pertama, artinya bahwa dengan nettworking yang kami bangun dengan Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Perkebunan Balitbangtan Kementan RI, kami berharap ada riset kolaborasi menyangkut problem pertanian. Kemudian, webinar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat dan pendalaman keilmuan di bidang pertanian bagi kalangan akademisi dan praktisi,” kata Endang Sutrisno. (Alif/KC Online)

 

Sumber : Kabarcirebon.com

Pascasarjana UGJ Sukses Gelar Webinar

Bagikan Melalui

SEKOLAH Pascasarjana Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon sukses menggelar seminar online atau yang dikenal dengan istilah webinar (seminar melalui web). Seminar yang dipandu moderator Direktur Pascasarjana, Dr. H. Endang Sutrisno, S.H.,M.Hum membahas “Dampak Ekonomi dan Hukum bagi Pasien, Nakes dan Masyarakat di Era Covid-19 dengan mengundang enam narasumber secara online, diikuti 392 partisipan dari berbagai provinsi di Indonesia.
Keenam narasumber tersebut yakni Rektor UGJ Dr. H. Mukarto Siswoyo, M.Si sebagai keynote speaker. Mukarto menyampaikan pandangan ilmiahnya terkait kebijakan pemda dalam penanganan Covid-19.
Kemudian, Prof. Dr. Hj. Ida Rosnidah, S.E.,M.M. Dekan Fakultas Ekonomi UGJ itu menyampaikan kajiannya soal risiko keuangan lembaga dan masyarakat di era Covid-19. Lalu, Dr. dr. Inge Hartini, M. Kes (Dosen UGJ) yang menyampaikan risetnya soal pemenuhan hak pasien dan nakes di era Covid-19.
Kemudian, Dr. Waluyadi, S.H.,M.H (Kepala Prodi Magister Hukum UGJ). Ia menyampaikan makalahnya soal hukum langit sebagai refleksi implementasi PSBB. Dr. Betty Dina Lambok, S.H.,M.H (Dosen UGJ) yang memberikan pandangan soal perlindungan hukum bagi pasien Covid-19 dan Dr. Sanusi, S.H.,M.H.(Dosen UGJ) terkait proses penegakan hukum PSBB untuk pencegahan Covid-19.
Dalam kesempatan itu, Rektor Mukarto menilai, melindungi rakyat adalah implementasi amanat dari UUD 1945. Lantas muncul pertanyaan, apakah kebijakan pemerintah soal Covid-19 ini sudah melindungi seluruh masyarakat Indonesia?
“Relatif. Kalau melindungi dari aspek kesehatan, upaya-upaya ke arah sana memang gencar dilakukan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Meskipun upaya itu dinilai oleh beberapa pihak masih belum optimal. Belum optimal ini, bisa jadi karena berbagai hal. Di antaranya keterbatasan pendanaan, sumber daya manusia dan lain sebagainya,”.
“Bahwa negara Indonesia ingin dan harus melindungi kesehatan seluruh warga masyarakat, itu diamanatkan dan diwajibkan undang-undang. Keterbatasan-keterbatasan kemampuan ini yang tidak bisa menjangkau dan optimal di seluruh penjuru. Maka yang harus digencarkan itu sosialisasi. Sosialisasi bagiamana menjaga dirinya sendiri dan orang-orang sekitarnya. Virus itu ada, dan kapan akan beranjak, tidak ada yang tahu. Namun untuk melawannya yakni dengan menjalankan pola hidup sehat,” tutur Mukarto.
Seminar melalui web (webinar) yang diselenggarakan Pascasarjana UGJ Cirebon tersebut disiarkan secara live melalui facebook Pascasarjana UGJ dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB . Seminar tersebut terdokumentasi sehingga bisa dilihat kapan pun di facebook Pascasarjana UGJ Cirebon.
Saat ditemui KC, Direktur Pascasarjana UGJ Cirebon, Dr. H. Endang Sutrisno, S.H.,M.Hum menuturkan, di era Covid 19, pihaknya mengubah pola perkuliahan dan seminar melalui media jejaring (daring). Webinar yang digelar tersebut merupakan perdana dan akan digelar kembali oleh prodi-prodi di pascasarjana.
“Kami bersyukur karena partisipan mencapai 392 dari berbagai provinsi, seperti Aceh, Sulawesi, Kalimantan, hampir di semua provinsi ada. Ini artinya mereka sangat antusias mengikuti webinar Pascasarjana UGJ Cirebon. Dan kami memberikan sertifikat online bagi peserta. Kemudian, ada beberapa webinar yang akan kami gelar dalam waktu dekat,” tambahnya. (Alif/KC Online)

 

Sumber : Kabarcirebon.com

Webinar Prodi MIA Pascasarjana UGJ Diikuti 1.020 Partisipan

Bagikan Melalui

KESAMBI, (KC Online).-
Program Studi Magister Ilmu Administrasi (MIA) Sekolah Pascasarjana Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon menggelar seminar online atau dikenal dengan istilah webinar dengan mengangkat tema “Mengawal Penggunaan APBD dan APBDes Untuk Penanganan Covid-19”, Rabu (24/6/2020). Webinar tersebut diikuti 1.020 partisipan di seluruh Indonesia.
Informasi yang dihimpun KC, dalam webinar tersebut bertindak selaku Keynote Speaker Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si (Rektor UGJ). Sementara narasumber yang dihadirkan secara online yakni Drs. H. Helmizar, ME (Kepala Pusat Akuntabilitas Keuangan Negara Badan Keahlian DPR RI), Prof. Dr. Hj. Ida Rosnidah, SE., MM., Ak. CA (Dekan Fakultas Ekonomi/Guru Besar UGJ/Dosen MIA), Dr. H. Jefry Romdonny (Anggota Komisi VIII DPR RI) dan Dr. Moh. Taufik Hidayat, Drs., M.Si (Ketua Prodi MIA Sekolah Pascasarjana UGJ/ Dosen MIA).
Seminar online yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut dimoderatori Sekretaris Prodi MIA, Iskandar Zulkarnaen, S.Sos., M.Si. Dalam seminar online kali ini, peserta selain mendapatkan sertifikat digital juga doorprize berupa batik, kaos, buku, dan hadiah menarik lainnya.
Dalam kesempatan itu, Rektor UGJ, Mukarto Siswoyo berpendapat pemerintah diberikan kewenangan untuk melakukan pengutamaan penggunaan alokasi anggaran untuk kegiatan tertentu (refocusing), perubahan alokasi, dan penggunaan APBN, APBD hingga APBDes sesuai dengan Pasal 3 ayat 1 Perppu No. 1 tahun 2020 terkait dengan kebijakan keuangan daerah.
Kemudian pada pasa 28, nomor 9 terkait ketentuan di dalam UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 316 dan 317 yang mengatur tentang perubahaan APBD, dinyatakan tidak berlaku sepanjang berkaitan dengan kebijakan keuangan negara untuk penanganan Covid-19. “Hal ini antara lain berarti perbuahan ABPD dapat dilakukan tanpa persetujuan DPRD,” kata Mukarto.
Sementara itu, Kepala Pusat Akuntabilitas Keuangan Negara Badan Keahlian DPR RI, Drs. H. Helmizar, ME menyampaikan pendapatnya, dalam pelaksanaan kebijakan refocusing anggaran selama penanganan Covid-19, perlu dilakukan pengawasan oleh semua pihak, khususnya lembaga perwakilan yang memiliki fungsi pengawasan terhadap kebijakan nasional. “Komitmen kepala daerah, APIP dan Inspektora Daerah sangat diperlukan agar kebijakan penanganan Covid-19 dapat berjalan efektif,” tuturnya.
Seusai seminar, Direktur Sekolah Pascasarjana UGJ Cirebon, Dr. H. Endang Sutrisno, S.H.,M.Hum, CIQaR, menuturkan, pihaknya menggelar webinar soal kebijakan refocusing anggaran terkait penanganan Covid-19 ini karena memang sedang menjadi isu yang lagi hangat di masyarakat, sehingga kalangan akademisi khususnya Pascasarjana UGJ Cirebon berkewajiban memberikan pemahaman yang lurus berdasarkan aturan. “Ini sangat penting diketahui, agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Pola webinar ini, adalah pola baru bagi dunia pendidikan khususnya di wilayah Ciayaumajuning. Dan kami, sepanjang pandemi Covid-19 belum berakhir, akan terus menggelar webinar dengan isu-isu yang sedang trending di masyarakat,” paparnya didampingi Ketua Prodi MIA Sekolah Pascasarjana UGJ yang juga Dosen MIA, Dr. Moh. Taufik Hidayat. (Alif/KC Online)

 

Sumber : Kabarcirebon.com

WEBINAR : Menjaga Ketahanan Pangan pada Situasi New Normal

Bagikan Melalui

Program Studi Magister Pertanian (MP) Sekolah Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati mengadakan seminar online dengan tema : Menjaga Ketahanan Pangan pada Situasi New Normal.

MODERATOR :
Dr. Dwi Purnomo, S.TP.,M.Si
(Kepala Program Studi MP Sekolah Pascasarjana UGJ)

NARASUMBER :
1. Prof. Dr. Ir. H. E. Tadjudin, MS
(Guru Besar Pascasarjan UGJ)
2. Dr. Teddy Dirhamsyah, S.P.,MAB
(Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Perkebunan,
Balitbang Kementan RI)
3. Dr. Ir. Ali Efendi, MM
(Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon)
4. Dr. Ir. Amran Jaenudin, MS
(Kepala LIP UGJ)
5. Yan Andrian, S.E
(Petani Milenial Bawang Merah)

WAKTU PELAKSANAAN :
Hari : Selasa, 30 Juni 2020
Pukul : 08.00 – 12.00 WIB
LIVE ZOOM

GRATIS PENDAFTARAN
DOOPRIZE
E-SERTIFIKAT
MATERI SEMINAR

PENDAFTARAN TERBATAS
Link pendaftaran : http://gg.gg/webinarmppascaugj

NARAGUBUNG :
Dukat : 082118757486
Yuli : 085321104550

WEBINAR : Perkembangan Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Masa Pandemi Covid-19

Bagikan Melalui

Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI) Sekolah Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati mengadakan seminar online dengan tema : Perkembangan Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Masa Pandemi Covid-19.

MODERATOR :
Dr. Hj. Yusida Gloriani, M.Pd
(Kepala Program Studi MPBI Sekolah Pascasarjana UGJ)

NARASUMBER :
1. Prof. Dr. H. Suherli Kusmana, M.Pd
(Universitas Swadaya Gunung Jati)
2. Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd
(Universitas Negeri Medan)
3. Prof. Dr. Hj. Eri Sarimanah, M.Pd.
(Universitas Pakuan Bogor)
4. Dr. H. Jaja, M.Hum.
(Universitas Swadaya Gunung Jati)

WAKTU PELAKSANAAN :
Hari : Senin, 29 Juni 2020
Pukul : 08.00 – 12.00 WIB

GRATIS PENDAFTARAN
DOOPRIZE
E-SERTIFIKAT
MATERI SEMINAR

PENDAFTARAN TERBATAS
Link pendaftaran : http://gg.gg/webinarmpbipascaugj

NARAGUBUNG :
Tri Pujiatna : 081214701560
Yeyen H. : 081804670374