Mahasiswa Pascsarjana UGJ Mengikuti Shared Learning di Thailand

Bagikan Melalui

PASCASARJANA – sebanyak 51 mahasiswa UGJ akan mengikuti Shared Learning Program di International Collage Rajamanggala of Technology Krungthep, Thailand. Mulai 13 dan 14 Juli 2018.

Diungkapkan Rektor UGJ Cirebon H Mukarto Siswoyo.

“Melalui Shared Learning ini, sedikitnya ada tiga hal penting yang dilaksanakan UGJ bersama Rajamangala University of Technology Krungthep Thailand,” jelasnya.

Hal penting ini salah satunya, kata dia, yakni dari sisi mahasiwa S1 dan Magister UGJ bisa mengikuti program perkuliahan internasional. Mengenal banyak hal di dalam Universitas Thailand. Sementara itu, dosen UGJ pun melaksanakan program Visiting Professor.

 

Dikatakan dia, pihak Dekan dan Direktur Pascasarjana UGJ juga melaksanakan penandatanganan kerja sama atau MoU dengan pihak Rajamangala University of Technology Krungthep. MoU tersebut, merupakan tindaklanjut dari nota kerja sama yang telah ditandatangani pada 2 April 2018.

“Program perkuliahan internasional merupakan salah satu bentuk komitmen UGJ untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, pendidikan dan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi,” terang Mukarto.

Rektor mengatakan, ke depannya para dosen maupun mahasiswa bisa melakukan penelitian bersama, pertukaran dosen maupun dosen tamu. Karena program tersebut, betul-betul bermakna akademik serta bisa meningkatkan kerja sama di berbagai bidang dengan Rajamangala University of Technology Krungthep.

“Ke depan kami akan terus bekerjasama dengan perguruan tinggi lain di luar negeri, seperti Amerika, Jepang, Malaysia dan lainnya. Dengan ini, maka UGJ akan menjadi world class university atau perguruan kelas dunia,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pascasarjana UGJ Endang Sutrisno juga menyampaikan, rombongan berangkat menggunakan dua bus dari Kampus I, Jalan Pemuda, Kota Cirebon, Rabu (11/7) pukul 20.00 WIB. Dijadwalkan terbang ke Thiland, Kamis (12/7), pukul 06.30 WIB dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

“Para dosen dan mahasiswa ke Thailand tidak hanya atas nama almamater, tapi juga membawa nama harum bangsa dan negara Indonesia,” tandas dia.