Pascasarjana UGJ Sukses Gelar Webinar

Bagikan Melalui

SEKOLAH Pascasarjana Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon sukses menggelar seminar online atau yang dikenal dengan istilah webinar (seminar melalui web). Seminar yang dipandu moderator Direktur Pascasarjana, Dr. H. Endang Sutrisno, S.H.,M.Hum membahas “Dampak Ekonomi dan Hukum bagi Pasien, Nakes dan Masyarakat di Era Covid-19 dengan mengundang enam narasumber secara online, diikuti 392 partisipan dari berbagai provinsi di Indonesia.
Keenam narasumber tersebut yakni Rektor UGJ Dr. H. Mukarto Siswoyo, M.Si sebagai keynote speaker. Mukarto menyampaikan pandangan ilmiahnya terkait kebijakan pemda dalam penanganan Covid-19.
Kemudian, Prof. Dr. Hj. Ida Rosnidah, S.E.,M.M. Dekan Fakultas Ekonomi UGJ itu menyampaikan kajiannya soal risiko keuangan lembaga dan masyarakat di era Covid-19. Lalu, Dr. dr. Inge Hartini, M. Kes (Dosen UGJ) yang menyampaikan risetnya soal pemenuhan hak pasien dan nakes di era Covid-19.
Kemudian, Dr. Waluyadi, S.H.,M.H (Kepala Prodi Magister Hukum UGJ). Ia menyampaikan makalahnya soal hukum langit sebagai refleksi implementasi PSBB. Dr. Betty Dina Lambok, S.H.,M.H (Dosen UGJ) yang memberikan pandangan soal perlindungan hukum bagi pasien Covid-19 dan Dr. Sanusi, S.H.,M.H.(Dosen UGJ) terkait proses penegakan hukum PSBB untuk pencegahan Covid-19.
Dalam kesempatan itu, Rektor Mukarto menilai, melindungi rakyat adalah implementasi amanat dari UUD 1945. Lantas muncul pertanyaan, apakah kebijakan pemerintah soal Covid-19 ini sudah melindungi seluruh masyarakat Indonesia?
“Relatif. Kalau melindungi dari aspek kesehatan, upaya-upaya ke arah sana memang gencar dilakukan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Meskipun upaya itu dinilai oleh beberapa pihak masih belum optimal. Belum optimal ini, bisa jadi karena berbagai hal. Di antaranya keterbatasan pendanaan, sumber daya manusia dan lain sebagainya,”.
“Bahwa negara Indonesia ingin dan harus melindungi kesehatan seluruh warga masyarakat, itu diamanatkan dan diwajibkan undang-undang. Keterbatasan-keterbatasan kemampuan ini yang tidak bisa menjangkau dan optimal di seluruh penjuru. Maka yang harus digencarkan itu sosialisasi. Sosialisasi bagiamana menjaga dirinya sendiri dan orang-orang sekitarnya. Virus itu ada, dan kapan akan beranjak, tidak ada yang tahu. Namun untuk melawannya yakni dengan menjalankan pola hidup sehat,” tutur Mukarto.
Seminar melalui web (webinar) yang diselenggarakan Pascasarjana UGJ Cirebon tersebut disiarkan secara live melalui facebook Pascasarjana UGJ dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB . Seminar tersebut terdokumentasi sehingga bisa dilihat kapan pun di facebook Pascasarjana UGJ Cirebon.
Saat ditemui KC, Direktur Pascasarjana UGJ Cirebon, Dr. H. Endang Sutrisno, S.H.,M.Hum menuturkan, di era Covid 19, pihaknya mengubah pola perkuliahan dan seminar melalui media jejaring (daring). Webinar yang digelar tersebut merupakan perdana dan akan digelar kembali oleh prodi-prodi di pascasarjana.
“Kami bersyukur karena partisipan mencapai 392 dari berbagai provinsi, seperti Aceh, Sulawesi, Kalimantan, hampir di semua provinsi ada. Ini artinya mereka sangat antusias mengikuti webinar Pascasarjana UGJ Cirebon. Dan kami memberikan sertifikat online bagi peserta. Kemudian, ada beberapa webinar yang akan kami gelar dalam waktu dekat,” tambahnya. (Alif/KC Online)

 

Sumber : Kabarcirebon.com